Masih

http://www.campina.co.id

PT. Campina Ice Cream Industry adalah salah satu perusahaan es krim terkemuka di Indonesia yang didirikan pada awal tahun 1970. Adalah keluarga Pranoto yang mulai merintis pembuatan es krim secara sederhana di garasi rumah mereka di Surabaya.

Sepuluh tahun pertama periode 1970 hingga 1980 merupakan masa-masa usaha yang keras dimana pada saat itu es krim belum sepopuler sekarang ini. Masih tetap dilokasi yang sama pembuatan es krim mulai menggunakan mesin sederhana yang khusus didatangkan dari Italia. Seiring laju perkembangan usaha, pada tahun 1985 seluruh kegiatan usaha dipindahkan ke lokasi industri bergengsi di Rungkut Industrial Estate Surabaya.

http://martabakhouse.com

Jauh sebelum berdiri Martabak House, pada tahun 1994 kami sudah berjualan martabak Bangka dengan menggunakan grobak di trotoar jalan jendral Sudirman kota Semarang dan masih tetap eksis sampai sekarang. Dalam rentang waktu yang cukup lama tersebut telah membuktikan kalau kami mampu melewati berbagai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Berbekal pengalaman selama 13 tahun tersebut, kami telah melakukan innovasi produk yang mencakup rasa dan konsep usaha. Tepat bulan Juni 2007 kami membuka outlet pertama kami yang sebelumnya bernama Rumah Makan BenWarg. Tiga bulan kemudian kami mengganti nama outlet kami menjadi Martabak House dan nama itu tetap kami gunakan sampai sekarang dan sudah kami daftarkan ke departemen hukum dan HAM. Tepat bulan Desember 2008 kami membuka outlet kedua di kota Jogjakatra yang modalnya didapat dari keuntungan outlet yang pertama,tanpa ada pinjaman pihak lain.

http://misterblek-blendedcoffee-surabaya.blogspot.com

24 Januari 2009 adalah pertama kali kami membuka counter Misterblek di Plasa Simpang lima (Matahari). Masih segar dalam ingatan, pada saat itu counter begitu sepi, penjualan sangat jelek, sehingga memaksa saya untuk terus memutar otak bagaimana membuat counter menjadi ramai. 1 bulan berjalan belum ada perkembangan yang menggembirakan.

Saya bersama istri sebenarnya mempunyai pekerjaan kita masing2 (saya adalah wiraswasta dengan lebih dari 10 karyawan, istri seorang manager di perusahaan nasional), tetapi demi memperjuangkan Misterblek, kami langsung terjun ke lapangan untuk berjualan dengan melupakan segala ego dan kesombongan.