Di Indonesia

http://www.toper-bubble.com

Kami mengawali usaha ini tanpa sengaja, sama seperti usaha terdahulu “ crepes “ yang juga kami awali secara sederhana dan tanpa sengaja pula, karena seringnya anak dan istri kami membeli crepes di mall, sedang produk crepes tidak kami jumpai di kota kami yang memang kota kecil. Sehingga timbul keinginan kami mengembangkan produk dan usaha crepes sendiri.

Dan ternyata impian kami terwujud dengan usaha crepes kami yang terus berkembang pesat, baik jumlah outlet dan jumlah mitra, sampai saat ini sudah mencapai outlet hampir : 150 di luar kota dan luar pulau, dan hampir tiap bulan kami terus, bertambah permintaan dan pengajuan kemitraan untuk crepes kami, bahkan kota-kota kecil di Indonesia juga telah kami buka outlet-outlet di sana dengan mitra-mitra se-tempat, dan ternyata produk crepes kami juga diterima pasar disana.

http://www.jne.co.id

Berdiri pada tahun 1990, PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan/impor kiriman barang/dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.

Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasionalnya dengan bergabung bersama perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia. Saat ini, JNE yang didukung oleh lebih dari 1000 karyawan dan tidak kurang dari 500 gerai yang tersebar luas di Indonesia, melayani pengiriman cepat, penanganan kepabeanan serta distribusi di Indonesia.

Konsep Karaoke Keluarga untuk pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia oleh Santoso dengan didirikannya Happy Puppy Self-Service Family Karaoke Box pada tanggal 14 Nopember 1992 di Surabaya.

Oleh karena konotasi “Karaoke” di Indonesia sudah demikian identiknya dengan hiburan malam, Santoso menambahkan kata “Family” di depan kata Karaoke Box sebagai upaya penekanan bahwa hiburan yang disediakan adalah hiburan yang baik untuk keluarga atau hiburan untuk orang yang baik-baik.

Demikian juga, karena mengadopsi cara-cara di Jepang dan Korea, pada awalnya, pelayanan Happy Puppy adalah self-service. Konsumen membayar sewa ruangan karaoke terlebih dahulu. Membeli makanan dan minuman dengan datang sendiri ke meja penjualan. Demikian juga memainkan lagu sendiri dengan mempergunakan automatic disc changer machine.