Loading

Antara

0
http://lp3i.ac.id

Fenomena tidak tertampungnya lulusan pendidikan tinggi, terutama yang bergelar sarjana, di dunia kerja bukan cerita milik era tahun 2000-an saja. Bila dirunut ke belakang, sebenarnya gejala tersebut sudah mulai muncul ke permukaan sekitar duapuluhan tahun sebelumnya. Semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengalaminya langsung. Namun hingga menjelang akhir 1980-an, belum ada tanda-tanda pihak yang merasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik pemerintah maupun swasta. Semua masih yakin bahwa model pendidikan yang dijalankan (oleh perguruan tinggi) pada saat itu masih yang terbaik. Tapi ternyata ada juga sekelompok generasi muda berpikiran maju yang berpendapat lain. Kelompok ini, yang dimotori oleh M. Syahrial Yusuf, merasa bahwa ada kesenjangan antara pendidikan dengan dunia kerja dan masalah ini harus segera diantisipasi. Harus ada pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dunia kerja.

Filed under Education Franchises by on . Comment#

0
http://marvinreeves.net

Marvin Reeves Real Estate Indonesia merupakan perusahaan keagenan properti yang menitikberatkan pada kualitas dan komitmen sumber daya manusia serta sistem waralaba dan operasional. Marvin Reeves Real Estate Indonesia saat ini telah memiliki jaringan di kota-kota besar antara lain di Jakarta dan Medan. Kami akan terus mengembangkan kegiatan jaringan usaha dengan membuka kantor-kantor franchisee di beberapa wilayah Indonesia yang potensial. Dengan motto “For Better Home and Business” kami memberikan solusi yang tepat bagi pembeli, penjual, dan investor untuk mencari tempat tinggal yang nyaman atau tempat usaha yang strategis. Silakan menjelajah site kami untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Apabila Anda membutuhkan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui perwakilan – perwakilan Marvin Reeves yang terdekat.

Filed under Business Opportunities by on . Comment#

0
http://www.wongsolo.com

Ayam Bakar Wong Solo adalah rumah makan, artinya Ayam Bakar Wong Solo adalah tempat makan dan minum. Pelanggan juga dapat membuat variasi sendiri menu-menu baik lauk, sayur maupun minuman yang ada. Variasi atau silang tersebut antara lain Ayam Bakar/goreng. Aneka Ikan Bakar/goreng, Sate Udang, Sate Cumi, Sate Ayam, Sate Kambing, Ikan Goreng Tepung, Aneka sayur, Aneka balado/sambal, bahkan Chinese Food seperti saos tomat, saos tauco, saos tiram, steam (kukus), asam manis, cah kailan/brokoli menambah aneka rasa. Dengan variasi tersebut pelanggan justru akan lebih kerasan menikmati hidangan yang disajikan oleh Ayam Bakar Wong Solo. Pelanggan dapat hadir setiap hari dalam satu bulan tanpa harus mengulang menu yang pernah dinikmatinya. Lebih kurang lima puluh (50) menu Ayam Bakar Wong Solo tersebut memiliki cita rasa yang khas, artinya, walaupun nama menu-menu Ayam Bakar Wong Solo diambil dari menu-menu populer yang sudah ada sebelumnya, akan tetapi cita rasanya pasti akan beda. Perbedaan itu justru membuat + 50 menu tersebut bukan hanya sebagai pendamping dari menu Ayam Bakar, tetapi juga menjadi menu yang menjadi idola dari masing-masing pelanggan.

Filed under Food Franchises by on . Comment#